Dewasa ini banyak sekali ada tehnik meditasi yang diajarkan
oleh para praktisi meditasi, dengan berbagai latar belakang dan tujuan. Dari
yang bertujuan untuk memperoleh manfaat kesehatan, kesembuhan, berbagai daya
linuwih atau kekuatan supranatural serta yang memang hanya untuk mencapai
ketenangan dan kesempurnaan hidup. Namun dari berbagai macam tehnik meditasi
itu, yang paling mudah dan yang mengacu pada tradisi Weda adalah tehnik
Meditasi Cahaya Kundalini Sakti dengan Gayatri Mantra dan Mudra. Karena tehnik
ini memakai Maha Mantra Gayatri sebagai pondasi, Kundalini Sakti sebagai batang
tubuh, kesadaran dan kebahagian sejati Sat Cit Ananda sebagai atap atau tujuan
utama kehidupan. Namun sebelum kita membahas tehnik meditasi ini ada baiknya
kita mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan Meditasi, Cahaya, Kundalini Sakti dan Mudra.
Meditasi
Meditasi adalah salah satu jalan bagi manusia untuk mencapai
kebahagian dan kebenaran yang sejati Tuhan Yang Maha Esa. Meditasi adalah
sebuah disiplin konsentrasi yang mendalam pada sebuah perwujudan Tuhan Yang
Maha Esa hingga Beliau sendiri mewujud dihadapan kita. Meditasi adalah sebuah
disiplin untuk melihat ke dalam diri, melakukan penelaahan, perenungan dan
pembedaan diri, antara yang nyata dan tak nyata, antara yang semu dan yang
sejati guna mencapai yang tertinggi Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan pelaksanaan meditasi secara benar dan terus menerus,
dengan mantap, penuh keyakinan, dengan rasa bakti terhadap Tuhan sebagi tujuan
meditasi kita akan memberikan berbagai manfaat, tidak hanya manfaat spiritual
tapi juga berbagai manfaat jasmani. Manfaat spiritual misalnya, rasa ego yang
makin terkikis, rasa bakti dan kerinduan terhadap Tuhan makin tumbuh subur,
timbulnya berbagai daya – daya spiritual, serta berbagai penampakan wujud Tuhan
atau darshan dalam pelaksanaan meditasi.
Manfaat jasmani misalnya, kesehatan, peningkatan daya tahan tubuh
terhadap penyakit, kesembuhan dan peningkatan daya konsentrasi dan pemahaman
kita dalam menerima berbagai ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan material
ataupun spiritual.
Cahaya
Cahaya mempunyai banyak pengertian, dan cahaya adalah simbol
berbagai hal – hal yang baik. Cahaya adalah sinar yang mengusir kegelapan,
cahaya adalah musuh kegelapan. Cahaya adalah simbol dari Tuhan itu sendiri,
dalam sifat Beliau yang Nirguna Brahman atau tak berwujud, tak bernama atau
abstrak. Manusia dalam keterbatasanya seringkali menggambarkan dan membayangkan
Tuhan sebagi cahaya, yang menerangi seluruh alam semesta tapa pembedaan. Kata
Dewa atau manifestasi dari Tuhan Yang Maha Esa, beakar dari kata Div yang
artinya adalah cahaya. Cahaya adalah simbol dari pengetahuan dan pencerahan.
Dimana saat dalam gelap atau kebodohan, manusia akan berusaha mendapatkan
cahaya, atau pengetahuan. Dengan cahaya kegelapanpun sirna, dengan pengetahuan
kebodohanpun lenyap, keragu – raguan sirna dan kebenaranpun akan tampak nyata.
Kundalini Sakti
Dalam badan manusia ini diyakini ada sebuah daya spiritual
yang luar biasa, dalam wujud seekor ular ilahi yang tidur melingkar di pangkal
tulang ekor atau pada Cakra Muladhara, inilah yang dikenal atau disebut sebagai
Kundalini Sakti. Dimana kebangkitan dari
kundalini Sakti ini bisa membuat manusia mendapatkan berbagai pengalaman
spiritual dan memiliki berbagai daya – daya linuwih dan energi – energi yang
luar biasa, serta mencapai penyatuan dengan alam semesta dan Yang Maha Kuasa.
Apabila seseorang yang tidak pernah mengenal,mempelajari dan
mempraktekan sadhana atau disiplin spiritual, Kundalini Sakti ini akan tetap
tertidur di pangkal tulang ekor. Berbeda halnya dengan mereka yang aktif dalam
sebuah disiplin spiritual, seperti meditasi, japa dan sadhana spiritual lainya
Kundalini seorang yang aktif dalam sadhana spiritual akan bergerak naik
mengikuti jalur tulang belakang atau tulang ekor, melalui pusat - pusat
kesadaran, atau Cakra – Cakra manusia, hingga mencapai pusat kesadaran yang ke
tujuh yaitu pusat saraf otak. Saat mencapai Kundalini Sakti mencapai pusat
kesadaran yang tertinggi, akan memberikan berbagai tingkat pencerahan rohani
atau spiritual. Kebangkitan Kundalini melalui Cakra dasar sampai cakra mahkota,
akan memberikan berbagai pengalaman spiritual dan berbagai daya dan energi – energi yang luar biasa hebatnya.
Untuk membangkitkan daya – daya Kundalini Sakti yang ada di dalam badan ini,
maka seseorang hendaknya melaksanakan disiplin meditasi, salah satunya adalah
dengan Meditasi Cahaya Kundalini Sakti dengan Gayatri Mantra dan Mudra.
Gayatri Mantra
Gayatri mantra adalah Maha Mantra di dalam Weda, Gayatri
adalah Ibu dari Weda,mantra yang sangat luar biasa ini ditemukan oleh Maharsi
Wismitra setelah melalui dan melaksanakan berbagai tapa brata yang sangat berat
dan pengendalian indra – indra serta pembunuhan rasa ego. Mantra ini adalah
sebuah kunci untuk manusia untuk membuka kesadaran kosmis. Apapun Istha Dewata
anda dengan pengulang mantra Gayatri beberapa kali sehari akan memberikan segala
keuntungan dan kebaikan serta manfaat spiritual di dunia ini maupun di dunia
sana. Berikut ini adalah Maha Mantra Gayatri dengan tujuh Wyahrti atau iramanya
:
Om
Bhuh, Om Buwah, Om Swah, Om Maha, Om Janah, Om Tapah, Om Sathyam
Om
Tat Savitur Warenyam
Bhargo
Dewasya Dhimahi
Dhiyo
Yo Nah Pracodayat
Om
Apo Jyotih
Raso
– Mrtam
Brahma
Bhur Bhuwah Swar - Om
Semoga
kami bermeditasi pada kesemarakan
sinar-Nya, yang layak dipuja dan yang telah menciptakan semua alam dunia ini.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa mencerahi intelek dan kecerdasan kami.
Mudra
Mudra adalah simbol
yang berupa gerakan –
gerakan tubuh, tangan dan jari – jari tangan pada umumnya yang memiliki arti – arti
tertentu, yang mampu menghasilkan, mengatur,
mengalirkan, memberikan dan menyerap berbagai energi alam semesta dan
daya – daya rohani. Mudra dalam bahasa sansekertha jugaberarti sebagai segel,
yaitu segel yang menyatukan Dewata yang dipuja dengan yang memuja, yang berarti
bahwa pelaksanaan Mudra memberikan manfaat penyesuaian gelombang energi diri
dengan vibrasi semesta alam. Penggunaan mudra juga memudahkan menempatkan atau
mentransfer energi ke bagian – bagian tubuh yang di kehendaki. Mudra juga
berasal dari akar kata Mud yang berarti untuk menyenangkan, jadi salah satu
tujuan memperagakan mudra adalah untuk menyenangkan dan memuja para Dewa. Dalam
sastra suci dikatakan bahwa pengetahuan tentang
Mudra akan memberikan segala manfaat dan daya – daya spiritual.
Pelaksanaan atau mempraktekan Mudra juga akan memberikan berbagai manfaat
jasmani, seperti kesehatan, ketenangan dan kestabilan, keteguhan serta
penyembuhan berbagai penyakit
Didalam Yoga pelaksanaan atau praktek Mudra dibarengi dengan
olah pernafasan, umumnya dilakukan sambil duduk dalam posisi meditasi, untuk
menstimulasi bagian – bagian tubuh yang berbeda, hal ini membantu aliran Prana
atau energi di dalam tubuh jasmani. Dalam meditasi Kundalini, gerakan –gerakan
mudra membantu pemusatan, pengaliran dan penyerapan energi rohani ke pusat
cakra – cakra yang diinginkan. Mudra membantu pembangkitan dan pembersihan dari
semua cakra yang ada di dalam tubuh. Hasil dari kebangkitan dan pembersihan
dari cakra – cakra dalam tubuh adalah
kesehatan baik jasmani dan rohani. Kesehatan rohani bisa berupa ketenangan
bathin, dan penguatan aura tubuh, sehingga mampu menangkal berbagai vibrasi dan
energi negatif dari luar.
Meditasi
Cahaya Kundalini Sakti Dengan Gayatri Mantra dan Mudra
Seperti kita ketahui bahwa terdapat 7 Wyahrti atau irama pada
Gayatri Mantra, dimana ketujuh irama tersebut mewakili dari ketujuh cakra yang
terdapat di dalam tubuh manusia, ketujuh irama tersebut adalah:
Om
Bhuh, Om Bhuwah, Om Swaha, Om Maha, Om Janah, Om Tapah, Om Sathyam
Arti dari tiap – tiap kata dari 7 Wyahrti atau irama dari
Gayatri Mantra Diatas adalah sebagai berikut :
Om : Kata yang
berarti Tuhan
Om
Bhuh : Tuhan Yang
Abadi
Om
Bhuwah : Tuhan Sang
Pencipta
Om
Swah : Tuhan YanG
Bebas
Om
Mahah : Tuhan Yang Layak
Dipuja
Om
Janah : Tuhan Yang
Tanpa Awal
OmTapah : Tuhan sebagai sinar
kebijaksanaan
Om
Sathyam : Tuhan sebagai
kebenaran.
Masing - masing dari Wyahrti atau irama itu mewakili cakra –
cakra yang ada di dalam tubuh manusia. Gayatri mantra juga terdiri dari 24
aksara, sehingga untuk membangkitkan ke 7 Cakra tersebut, para sadhaka hendaknya melaksanakan disiplin berikut
ini :
- Pilihlah waktu yang paling baik untuk melaksanakan meditasi yaitu pagi – pagi sekali diantara jam 04.00 pagi sampai waktu matahari terbit.
- Bangun pagi dan bersihkan diri anda, cuci muka, gosok gigi, cuci tangan dan kaki, jika memungkinkan mandi.
- Lakukan meditasi di sebuah tempat khusus yang jauh dari gangguan dan kebisingan, akan sangat baik jika kita memiliki ruangan khusus untuk meditasi.
- Duduklah diatas sehelai kain atau alas khusus meditasi, dengan sikap badan Padmasana atau Sidhasana, menghadap timur atau utara. Pilihlah sikap duduk yang nyaman bagi anda dan badan anda.
- Tulang punggung, leher dan kepala tegak tanpa memaksakan diri.
- Konsentrasikan pikiran dann heningkan pikiran dan jauhkan dari rasa takut, cemas dan segala pemikiran duniawi.
- Pusatkan pandangan pada titik diantara kedua alis atau pandang ujung hidung, jika ini terlalu sulit pejamkan mata, setengah terbuka atau tutup sepenuhnya, tapi tetap waspada jangan sampai tertidur.
- Sadari badan anda, mulai dari ujung kaki sampai ujung rambut, bayangkan diri anda sendiri dalam posisi anda sekarang.
- Berdoalah didalam hati anda Pada Tuhan Yang Maha Esa, atau Istha Dewata, dan Guru spritual anda, memohon tuntunan, bimbingan dan perlindungan selama anda melaksanakan meditasi ini, semoga tiada halangan dan bershasil seperti apa yang anda harapkan.
- Mohon juga dalam hati anda restu dan berkat dari kedua orang tua anda, karena perwujudan Tuhan yang paling dekat dengan kita di dunia ini adalah orang tua kita.
- Chantingkan Omkaram dan Gayatri mantra, Maha mantra ini akan memberikan aura dan vibrasi yang baik dan suci, serta menyingkirkan energi – energi negatif. Mantra ini memberikan penyucian untuk tempat pelaksanaan meditasi dan diri pribadi. Mantra ini juga akan memberikan perlindungan dari berbagai hal negatif, baik kasat mata ataupun tidak. Mantra ini juga akan mencegah dan memberikan perlindungan dari kebangkitan Kundalini yang tak disengaja dan tak terkendali yang bisa memberikan dampak buruk bagi badan jasamani dan rohani. Dimana kebangkitan Kundalini yang tak disengaja dan tak terkendali bisa saja terjadi pada seseorang yang berlatih tanpa pengawasan seorang Guru, atau seseorang yang berlatih secara serampangan. Namun jangan takut karena hal tersebut jarang sekali terjadi kalau kita berlatih secara benar, tanpa tergesa –gesa dan tidak memaksakan diri. Cakupkan tangan dan mulailah mengucapkan Gayatri mantra dibawah ini :
Pranawa
suci nama universal dari Tuhan Yang Maha Esa
Om bhur bhuvah svah
Tat savitur varenyam
Bhargo devasya dhimahi
Dhiyoyonah pracodayat
Bhargo devasya dhimahi
Dhiyoyonah pracodayat
Om shantih shantih shantih
Ya Tuhan yang patut dipuja di ketiga dunia, yang memberikan
kecemerlangan ilahi, semoga Ia memberikan pencerahan pada kecerdasan dan
intelek kita.
Semoga damai – damai – damai
Kemudian mulailah bermeditasi pada Muladara Cakra atau Cakra
dasar, terletak di pangkal tulang ekor, memiliki empat daun bunga teratai dan
berwarna merah padam. Bayangkan disana Kundalini Sakti tertidur dalam wujud
seekor ular, tertidur dalam posisi melingkar. Muladara Cakra adalah cakra yang
memberikan keseimbangan, keteguhan baik jasmani dan rohani. Peragakan Bhu Mudra
atau simbol dari Ibu Pertiwi, Ibu Bumi. Mudra ini memberikan kekuatan dan
keseimbangan tubuh kita saat pelaksanaan meditasi ini. Mudra ini juga disebut
Prana Mudra, karena Mudra ini mengalirkan energi – energi yang diperlukan
keseluruh bagian tubuh. Dengan terbukanya cajra dasar ini sama halnya dengan
awal kebangkitan dari Kundalini Sakti di dalam tubuh. Letakan tangan diatas
kedua paha, ini adalah gambar Prana Mudra:
![]() |
Picture taken from Google |
Bhu Mudra
Tarik nafas perlahan, saat menarik nafas rasakan juga anda
menarik cahaya suci ilahi yang bersinar cemerlang, kemudian tahan, saat menahan
nafas bayangkan disana empat daun bunga teratai perlahan mekar, disirami oleh
cahaya ilahi, kemudian hembuskan nafas ucapakan di dalam hati mantra “ Om Bhuh”. Tatkala bunga teratai
perlahan mekar, simpul – simpul serta gulungan dari Kundalini Sakti perlahan
terbuka ,bangkit dan bergerak naik. Meditasikan pada cakra dasar dilengkapi
dengan Prana Mudra untuk beberapa saat.
Rasakan Sakthi Kundalini mulai terbangun dan mulai bergerak
keatas, sampai di Swadhistana Cakra atau cakra sex. Swadistana Cakra adalah
cakra dari kreatifitas dan reproduksi, berwarna
merah cerah dan mempunyai enam daun teratai. Namun jika Cakra sex
terlalu aktif dan tidak stabil, maka pengendalian nafsu sexual akan menjadi
sulit. Peragakan Yoni Mudra, simbol rahim,
untuk lebih memusatkan energi pada cakra sex. Letakan tangan sedikit di
bawah pusar dekat dengan kemaluan, ini
adalah gambar Yoni Mudra :
![]() |
Picture taken from Google |
Tarik nafas perlahan, saat menarik nafas rasakan juga anda
menarik cahaya suci ilahi yang bersinar cemerlang, kemudian tahan, saat menahan
nafas bayangkan disana enam daun bunga teratai perlahan mekar, disirami cahaya
ilahi, kemudian hembuskan nafas ucapkan di dalam hati mantra “ Om
Bhuwah”, meditasikan untuk beberapa saat.
Sekarang Kundalini Sakti terus naik mencapai Manipura Cakra
atau cakra pusar yang berwarna biru. Cakra ini adalah cakra transpormasi diri.
Tatkala Kundalini Sakti sampai pada pusat kesadaran ini, maka akan mulai
terjadi transformasi diri. Transformasi diri menuju kebangkitan spiritulitas
dan kebijaksanaan hidup. Kebangkitan pada cakra ini menimbulkan rasa
keingintahuan tentang sesuatu kekuatan di luar kemampuan dan pengetahuan
manusia. Mulai timbul pertanyaan – pertanyaan dalam diri, siapa, mengapa dan
apa tujuan dari kelahiran sebagai manusia. Peragakan Matangi Mudra, peragakan
dekat posisi pusar. Ini adalah gambar Matangi Mudra :
![]() |
Picture taken from Google |
Matangi
Mudra
Tarik nafas perlahan, saat menarik nafas rasakan juga anda
menarik cahaya suci ilahi yang bersinar cemerlang, kemudian tahan, saat menahan
nafas bayangkan disana sepuluh daun
bunga teratai, perlahan mekar disirami cahaya ilahi, kemudian hembuskan nafas dan ucapkan di dalam hati mantra “ Om
Swaha”.
Sekarang Kundalini menembus Anahata Cakra atau cakra hati di
pusat jantung, cakra ini diasosiasikan berwarna merah . Disini adalah dimana
jiwa atau roh kita yang sejati bersemayam. Tatkala kesadaran kita sampai pada
tingkatan ini, maka rasa ego kita akan perlahan hilang, rasa kasih sayang murni
kepada sesama akan mulai tumbuh,
bagaikan bunga teratai yang perlahan mekar. Peragakan Padma Mudra, mudra
bunga teratai di depan hulu hati.
![]() |
Picture taken from Google |
Padma
Mudra
Tarik nafas perlahan, saat menarik nafas rasakan juga anda
menarik cahaya suci ilahi yang bersinar cemerlang, kemudian tahan, saat menahan
nafas bayangkan disana duabelas daun bunga teratai perlahan mekar, disirami
cahaya ilahi, kemudian hembuskan nafas dan ucapkan di dalam hati mantra “ Om Maha”.
Memasuki Wisuddha Cakra, di pusat tenggorokan, berwarna ungu
keabuan . Peragakan Sunya mudra yaitu mudra dari kekosongan. Tatkala Kundalini
sampai pada pusat kesadaran ini maka akan timbul rasa kedamaian di dalam diri.
Letakan tangan diatas kedua paha, ini adalah gambar Sunya Mudra :
![]() |
Picture taken from Google |
Shunya
Mudra
Tarik nafas perlahan, saat menarik nafas rasakan juga anda
menarik cahaya suci ilahi yang bersinar cemerlang, kemudian tahan, saat menahan
nafas bayangkan disana enambelas daun bunga teratai perlahan mekar disirami
cahaya ilahi, kemudian hembuskan nafas ucapkan di dalam hati mantra “ Om Janah”.
Sekarang meditasi hendaknya ditujukan pada tengah – tengah
kedua alis mata, yang dikenal dengan Ajna Cakra atau cakra mata ketiga yang
memiiki dua daun bunga teratai yang berwarna putih cerah. Ajna Cakra memberikan
kesadaran kosmis, ini adalah pintu gerbang menuju kesadaran yang sejati. Cakra
ini juga mampu memberikan berbagai penglihatan astral, atau sesuatu yang tak
kasat mata. Peragakan Dhyana Mudra, letakan tangan diatas kedua paha, ini
adalah gambar Dhyana Mudra :
![]() |
Picture taken from Google |
Dhyana
Mudra
Tarik nafas perlahan, kemudian tahan, saat menahan nafas
bayangkan disana dua daun bunga teratai yang perlahan mekar disirami oleh cahaya
ilahi. Kemudian hembuskan nafas ucapakan di dalam hati “ Om Tapah”.
Sekarang Kundalini mencapai puncak kepala, atau Sahasrara
Cakra yang memiliki ribuan daun bunga teratai yang berwarna keemasan. Cakra ini
adalah cakra yang berhubungan dengan semua kualitas baik dari semua cakra –
cakra yang ada. Bangkitnya cakra mahkota memberikan kesadaran dan pencerahan
spiritual, kesadaran terhadap diri sejati atau self realization. Kesadaran yang
diperoleh tatkala Kundalini Sakti mencapai Sahasrara Cakra adalah keasadaran
yang tak terbatas. Kesadaran yang tak terbatas yang akan menyatukan antara roh
pribadi dalam diri , atma dan roh yang utama, Paramatman. Peragakan Hakini
Mudra, letakan tangan di pangkuan, ini adalah gambar Hakini Mudra.
![]() |
Picture taken from Google |
Hakini
Mudra
Tarik nafas perlahan, kemudian tahan, saat menarik nafas
rasakan juga anda menarik cahaya suci ilahi yang bersinar cemerlang, saat
menahan nafas bayangkan disana ribuan daun bunga teratai perlahan mekar
disirami cahaya ilahi, kemudian hembuskan nafas ucapakan di dalam hati “ Om Satyam”.
Atur pernapasan, tarik dan tahan, dan hembuskan, kemudian
ucapkan “Dhiyo yo nah pracodayat“
(Cerahilah, terangilah intelek kami). Meditasikan cahaya suci Tuhan menerangi
dan mencerahi cakra mahkota kita, membersihkan segala kekotorannya, sehingga
menjadi bersih dan aktif.
Tuntun terus cahaya Tuhan ini dari cakra mahkota kemudian
turun ke ketengah tengah alis mata, tenggorokan, pusat hati dan jantung, pusar,
alat kelamin, dan kembali ke cakra dasar, mencerahi, mensucikan, memberikan
kekuatan pada semua cakra, dan tubuh kita dan melepaskan, menyembuhkan
penyakit, dan membuang kekotoranya pada bumi, ucapkan terima kasih pada Tuhan ,
alam semesta dan bumi.
Jika ada anggota tubuh yang sakit, konsentrasikan cahaya suci
ini disana untuk beberapa saat lebih lama, bayangkan cahaya suci ini
membersihkan dan menggerus segala penyakit yang ada di daerah tubuh yang sakit.
Bayangkan tubuh kita sekarang di penuhi dan dilingkupi oleh
cahaya suci Tuhan yang bersinar cemerlang, sebarkan dan teruskan cahaya suci
ilahi ini pada orang – orang yang anda sayangi, orang yang mungkin tidak senang
kepada kita, semoga tiada lagi permusuhan,lingkungan dan seluruh alam.
Tetaplah dalam keheningan meditasi untuk beberapa saat,
nikmati kebahagian, kedamaian, ketenangan
spiritual dan cahaya suci Tuhan yang meliputi seluruh tubuh anda.
Bukalah mata perlahan, gerakan jari tangan anda perlahan,
sadari diri sendiri kembali dari ujung kaki sampai ujung rambut dan ucapkan
Shantih Mantra, berdoa kedamaian untuk alam semesta. Ucapkan mantra ini untuk
mengakhiri meditasi :
Om
Asatoma sad gamaya
Tamaso
ma jyotir gamaya
Mrityor
ma amritham gamaya
Ya
Tuhan, bimbinglah kami dari yang tak nyata menuju yang nyata
Dari
kegelapan menuju cahaya
Dari
kematian menuju keabadian
Om
Shantih Shantih Shantih
Semoga
damai damai damai
Rasakanlah kebahagian, ketenangan dan kesucian rohani yang anda dapatkan
setelah pelaksanaan meditasi ini. Tehnik ini tidak hanya bermanfaat secara
rohani, tapi juga bagi jasmani, sebab dengan pelaksanaan dan latihan secara
teratur akan memberikan efek dan manfaat yang luar biasa bagi tubuh kita.
Gangguan kesehatan akan semakin menghilang, kemampuan otak dan daya pikir akan
meningkat, dan keyakinan dan bakti kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa pun makin
kuat.
Hasil dan Tujuan Akhir Dari Meditasi
Dalam melaksanakan meditasi atau disiplin spiritual apapun,
janganlah berharapa suatu hasil yang instan. Dalam displin spiritual semua
harus dilatih dengan penuh kedisiplinan, keteguhan dan keyakinan untuk bisa tercapainya
hasil yang diinginkan. Janganlah berharap untuk segera bisa mendapatkan
berbagai daya linuwih dan daya – daya spiritual lainya. Semua harus melalui
proses dan memerlukan waktu, meskipun waktu yang diperlukan sesorang dengan
orang lain mengkin berbeda, tergantung kedisiplinan, pola hidup, pola makan dan
tentu karma – karma seseorang.
Ketahuilah bahwa segala kekuatan dan daya – daya linuwih yang
diperoleh atas pelaksanaan sadhana rohani apapun, hanyalah sebuah efek samping.
Bahwa tujuan utama kita melaksanakan sadhana spiritual adalah untuk mencapai
kebenaran dan kebahagian yang sejati, yaitu mencapai Tuhan Yang Maha Esa.
Pikiran yang terlalu terpusat pada segala kekuatan dan daya – daya linuwih
tersebut, akan membuat kita lupa akan tujuan utama dari sadhana spiritual.
Kemampuan ghaib yang diperoleh membuat ego tumbuh, dan saat ego dan rasa bangga
akan segala kekuatan yang telah diperoleh membuat kita kembali terjatuh dari
dan tergelincir dari rel yang sejati. Bahwa tujuan disiplin rohani adalah merubah
karakter buruk menjadi baik, merubah dan melenyapkan segala sifat – sifat
kebintangan dalam diri. Menjadi manusia yang lebih baik, menjadi manusia yang
beragama yang lebih baik, menanamkan dan menumbuhkan rasa saling menghormati
dan mencintai sesama makhluk hidup dan alam.
Perjalanan spiritual adalah perjalanan yang kita tidak pernah
tahu batas waktu berakhirnya. Yang perlu kita lakukan hanyalah terus berjalan
di rel yang telah ditentukan agar tak tersesat. Jalani terus dengan keyakinan
yang kian mantap, displin dan rasa bakti yang tulus pada Yang Maha Kuasa, pasti
suatu saat kita pasti sampai di tujuan.
Karena sebenarnya sepanjang perjalanan kita, Tuhan selalu mendampingi,
membimbing dan menuntun kita. Bagaikan seorang ibu yang pandanganya tak pernah lepas
dari anaknya ketika sang anak tengah belajar berjalan dan bermain. Tatkala kita
terjatuh dan berusaha untuk bangkit lagi, yakinilah bahwa tangan Beliau selalu
ada untuk pegangan kita saat kita membutuhkan. Perkuat dan pupuk selalu
keyakinan, hadapi segala tantangan, dan capailah tujuan yang sejati.
Demikianlah secara singkat tehnik meditasi cahaya kundalini
sakti dengan Gayatri mantra dan mudra, semoga bermanfaat bagi para pencari
kebenaran dan penekun rohani. Semoga
segala pengetahuan yang kita pelajari membawa kita ke arah pencerahan rohani,
dan membantu kita menyingkap kebenaran yang sejati.
Kirang Langkung Genggrena Sinampura, Om Shantih.
(Ganapatyananda)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusMaf mohon penjelasan,mantra yang anda tulis ini semuax membingungkan saya...saya seorang pemula..tolong koreksi dan penjelasan anda tentang mantra saya MULADHARA mantra (lam) SWADISTHANA mantra (vam) MANIPURA mantra (ram) ANAHATA mantra (yam) VISUDHI mantra (ham) AJJNA mantra (om) SAHASRARA mantra (ah) mantra ini lah yg sering say pakai dalam meditasi,reverensi saya dapatkan dari internet juga,tolong jelaskan apakah cara semedi saya beserta mantrax adalah keliru selama ini atau tidak?? Kenapa mantra yg saya pakai berbeda dengan mantra yang anda tulis?? Jawaban dan pencerahan sangat dutunggu..terima kasih.
BalasHapusijin copy nggih biar tiang bisa belajar , suksma
BalasHapusterimakasih postinganya, postingan seperti ini lah yang kita sebagai umat hindu, wajib tau...
BalasHapusEfek dari mudra untuk kesehatan, benar2 terasa... meski saya bukan umat hindu, tapi saya suka meditasi dan mudra
BalasHapusEfek dari mudra untuk kesehatan, benar2 terasa... meski saya bukan umat hindu, tapi saya suka meditasi dan mudra
BalasHapusTerimakasih atas pejelasannya, semoa Tuhan senantyasa memberikan sinar suciNya pada penulis. Mohon ijin copas dan mempelajarinya.
BalasHapusrahayu sareng sami.
BalasHapusMudah2an atas izin dan perkenan Hyang Wdhi bisa melakukannya🙏
BalasHapus